AR-SB3· 3 SKS

Sistem Bangunan 3

Structural Systems & Architectural Form

Mempelajari prinsip kerja struktur, aliran beban, sistem struktur, bentang, material, geometri, dan hubungan struktur dengan bentuk serta ruang arsitektur.

LOAD → STRUCTURE → SPAN → FORM → INTEGRATION
Semester
Semester 3
Credits
3 SKS
Core Question
How can structure support architectural space and form?
01 / JOURNEY

Learning Journey

SB 3 bergerak dari pemahaman gaya dan beban menuju pemilihan sistem, bentang, bentuk, dan akhirnya integrasi struktur dengan desain arsitektur.

01

LOAD

Understanding Forces

Mahasiswa memahami beban, gaya, stabilitas, dan bagaimana beban bergerak melalui bangunan.

MEETINGS 01–04
02

STRUCTURE

Structural Systems

Mahasiswa mengenali berbagai sistem struktur dan memahami karakter serta logika kerjanya.

MEETINGS 05–08
03

SPAN & FORM

Structure Shapes Space

Mahasiswa memahami hubungan antara bentang, material, geometri, struktur, dan pembentukan ruang arsitektur.

MEETINGS 09–12
04

INTEGRATION

Structure as Design Logic

Mahasiswa menerjemahkan sistem struktur menjadi bagian dari konsep, denah, potongan, bentuk, dan detail arsitektur.

MEETINGS 13–16
02 / CURRICULUM

16 Meetings

Materi disusun secara progresif: mahasiswa terlebih dahulu memahami fenomena struktur, kemudian sistem, bentang dan material, sebelum menggunakannya sebagai bagian dari keputusan desain arsitektur.

01
LOAD

Why Buildings Stand

Mengapa sebuah bangunan dapat berdiri?
Structure as system Load Force Stability Equilibrium Load path
ACTIVITY
Membuat diagram sederhana bagaimana sebuah bangunan menerima dan menyalurkan beban.
02
LOAD

Loads & Forces

Beban apa saja yang bekerja pada bangunan?
Dead load Live load Wind load Rain load Earthquake load Dynamic load
ACTIVITY
Identifikasi jenis beban pada bangunan dan membuat load diagram.
03
LOAD

Structural Behaviour

Bagaimana elemen struktur merespons gaya?
Compression Tension Bending Shear Torsion Buckling
ACTIVITY
Eksperimen sederhana untuk memahami perilaku elemen terhadap gaya.
04
LOAD

Load Path

Bagaimana beban bergerak dari atas ke tanah?
Roof load Floor load Beam Column Wall Foundation Ground
ACTIVITY
Membuat diagram load path dari atap hingga pondasi.
05
STRUCTURE

Structural Systems

Sistem struktur apa yang dapat digunakan?
Post & beam Frame Load-bearing wall Truss Shell Space frame
ACTIVITY
Membandingkan karakter beberapa structural systems melalui studi kasus.
06
STRUCTURE

Columns & Beams

Bagaimana grid struktur membentuk ruang?
Column Beam Structural grid Span Bay Beam depth
ACTIVITY
Menyusun beberapa alternatif structural grid untuk sebuah denah.
07
STRUCTURE

Slab & Floor Systems

Bagaimana lantai bekerja sebagai bagian dari struktur?
One-way slab Two-way slab Flat slab Ribbed slab Floor framing Structural depth
ACTIVITY
Menganalisis hubungan bentang lantai, struktur, dan tata ruang.
08
STRUCTURE

UTS — Structural Analysis

Bagaimana membaca dan menjelaskan sistem struktur sebuah bangunan?
Structural diagram Load path Structural grid Structural system Architectural interpretation
ACTIVITY
Presentasi analisis sistem struktur sebuah studi kasus.
09
SPAN & FORM

Long Span Structures

Bagaimana struktur memungkinkan ruang dengan bentang besar?
Truss Space frame Cable Arch Shell Long span
ACTIVITY
Menganalisis hubungan antara bentang, sistem struktur, dan bentuk ruang.
10
SPAN & FORM

Structural Materials

Bagaimana karakter material mempengaruhi sistem struktur?
Reinforced concrete Steel Timber Composite Material properties Structural efficiency
ACTIVITY
Membandingkan tiga material struktur berdasarkan karakter dan bentangnya.
11
SPAN & FORM

Structure & Architectural Form

Bagaimana struktur dapat membentuk ekspresi arsitektur?
Structural expression Structural order Form generation Rhythm Repetition Architectural identity
ACTIVITY
Membaca hubungan antara struktur dan ekspresi pada beberapa bangunan.
12
SPAN & FORM

Structural Geometry

Bagaimana geometri membantu menghasilkan sistem struktur?
Grid Module Geometry Repetition Proportion Structural rhythm
ACTIVITY
Mengembangkan modul struktur sederhana menjadi konfigurasi ruang.
13
INTEGRATION

Structural Concept

Bagaimana menentukan sistem struktur sejak awal desain?
Structural concept Design intention Structural diagram Grid strategy Span strategy Design decision
ACTIVITY
Membuat structural concept diagram untuk proyek arsitektur.
14
INTEGRATION

Structure in Plan & Section

Bagaimana struktur diterjemahkan ke dalam gambar arsitektur?
Structural plan Structural section Grid Column position Beam position Vertical continuity
ACTIVITY
Mengembangkan structural plan dan section berdasarkan konsep desain.
15
INTEGRATION

Structure & Architectural Integration

Bagaimana struktur bekerja bersama ruang dan envelope?
Structure Envelope Space Circulation Building systems Architectural integration
ACTIVITY
Mengintegrasikan struktur dengan konsep ruang dan envelope bangunan.
16
INTEGRATION

UAS — Structural Architectural Proposal

Bagaimana struktur dapat menjadi bagian dari argumentasi arsitektur?
Structural concept Structural system Load path Span Form Architectural argument
ACTIVITY
Presentasi final structural design proposal beserta argumentasi sistem strukturnya.
03 / OUTCOMES

Learning Outcomes

Mahasiswa tidak diarahkan menjadi structural engineer, tetapi memiliki structural literacy yang cukup untuk membuat keputusan arsitektur secara logis dan dapat dipertanggungjawabkan.

LO-01

Structural Literacy

Mampu menjelaskan prinsip dasar gaya, beban, stabilitas, dan perilaku elemen struktur.

LO-02

Load Path

Mampu mengidentifikasi dan menggambarkan jalur distribusi beban dari bagian atas bangunan menuju tanah.

LO-03

System Selection

Mampu membandingkan dan memilih sistem struktur berdasarkan kebutuhan ruang, bentang, material, dan bentuk.

LO-04

Structure & Form

Mampu menjelaskan hubungan antara struktur, geometri, bentang, dan pembentukan bentuk arsitektur.

LO-05

Structural Integration

Mampu mengintegrasikan konsep struktur ke dalam denah, potongan, ruang, dan konsep arsitektur.

04 / METHOD

Structural Design Process

Proses pembelajaran menggunakan struktur sebagai alat berpikir desain, bukan hanya sebagai sistem teknis yang ditambahkan setelah bentuk selesai.

LOAD
Mengidentifikasi beban dan gaya yang bekerja
TRACE
Menelusuri load path dan perilaku struktur
SELECT
Memilih sistem berdasarkan kebutuhan desain
FORM
Mengembangkan bentang, geometri, dan bentuk
INTEGRATE
Mengintegrasikan struktur dengan arsitektur
05 / ASSESSMENT

Assessment

Penilaian menekankan kemampuan memahami perilaku struktur, membaca sistem, mengembangkan structural concept, dan mengintegrasikannya ke dalam desain arsitektur.

Load & Force Exercise
10%
Structural System Analysis
15%
Structural Grid Exercise
10%
UTS — Structural Analysis
20%
Structural Concept Development
15%
UAS — Structural Architectural Proposal
30%